Tujuh Depo Sampah di Kota Jambi Dikebut, Ditargetkan Selesai Akhir Agustus

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.KM.
KabarLemang.com – Pemerintah Kota Jambi terus mempercepat pembangunan dan pembenahan tujuh depo sampah yang tersebar di sejumlah titik. Fasilitas tersebut disiapkan untuk memperkuat sistem pengelolaan dan pengangkutan sampah di Kota Jambi.
Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, pekerjaan fisik di seluruh depo masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026.
“Insyaallah, di akhir bulan ini sudah selesai. Tapi untuk fungsi depo walaupun masih berjalan tetap berjalan,” kata Maulana, Rabu (12/8/2026).
Meski pembangunan belum seluruhnya rampung, aktivitas pengelolaan sampah tetap berjalan. Sampah yang dikumpulkan dari rumah warga melalui Operasional Pengelolaan Berbasis Masyarakat (OPBM) tetap dibawa ke depo-depo yang sedang dibenahi.
“OPBM yang mengangkut dari rumah ke rumah itu membuang ke tujuh depo sampah yang saat ini dibangun,” ujarnya.
Pembenahan depo dilakukan dengan meningkatkan fasilitas penampungan agar lebih tertata dan memenuhi standar. Salah satunya melalui pengecoran lantai menggunakan beton serta penyediaan kontainer untuk memisahkan sampah organik dan anorganik.
“Nanti di lantai depo semua dicor beton, kemudian ada kontainer organik dan anorganik,” jelas Maulana.
Pemkot Jambi juga menyiapkan sistem pengelolaan air lindi yang dihasilkan dari penumpukan sampah. Air lindi tersebut akan dikelola sehingga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan tertentu, seperti pupuk organik dan penyiraman tanaman.
“Air lidinya bisa dimanfaatkan untuk pupuk organik menyiram tanaman,” katanya.
Maulana menegaskan, pembangunan di tujuh titik depo saat ini masih berjalan. Namun, proses tersebut tidak menghambat pelayanan persampahan kepada masyarakat.
“Saat ini semua depo lagi dalam proses di tujuh titik. Tapi untuk pelayanan sampah tetap jalan,” tegasnya.
Seiring pembenahan depo, Pemkot Jambi juga terus memperluas penerapan OPBM. Pada tahap pertama, sebanyak 997 RT telah menjalankan sistem pengangkutan sampah berbasis lingkungan tersebut.
Sementara RT yang belum masuk tahap pertama akan menjadi sasaran pengembangan pada tahap kedua Program Kampung Bahagia.
“Untuk sisanya akan diselesaikan di tahap kedua Kampung Bahagia. Sehingga semua bisa menggunakan OPBM dan depo sudah mendekati sempurna,” pungkasnya. (KL)
0 Komentar