Aset Pemkot Jambi di Kawasan Jamtos Masih Jadi Teka-teki, Dewan Desak Segera di Sertifikatkan
Peta jaringan jalan di sekitar Mall Jamtos, Kota Jambi.
KabarLemang.com – Persoalan kepemilikan aset Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi di kawasan Jambi Town Square (Jamtos) kembali mencuat dan menjadi sorotan publik.
Isu ini mengemuka dalam rapat paripurna penyampaian rekomendasi panitia khusus (Pansus) terhadap LKPJ Wali Kota Jambi Tahun 2025 yang digelar pada Senin (20/4/2026).
Juru bicara Pansus 2, Mukhlis A Muis, mendesak agar Pemkot Jambi segera melakukan sertifikasi aset ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kepastian hukum atas aset tersebut.
“Jangan sampai ada pihak lain yang menguasai aset itu. Pemkot juga bisa memanfaatkannya untuk menambah PAD,” ujarnya.
Sebelumnya, persoalan aset ini mulai mengerucut sejak 6 Mei 2025.
Awalnya, terdapat dugaan 13 ruas jalan milik Pemkot berada di kawasan Jamtos. Namun setelah dilakukan penelusuran, jumlahnya menyusut menjadi enam ruas.
Enam ruas tersebut di antaranya Jalan Kasturi, Jalan Hasanah, Jalan Lingkungan (Jaling) Lorong KGS HM Nasir, serta Jaling Lorong Hasanah 1.
Dari enam ruas itu, dua ruas jalan belum terdaftar dalam Kartu Inventaris Barang (KIB). Dua ruas inilah yang diduga berada di dalam area Jamtos.
Kedua ruas jalan tersebut sebelumnya merupakan bagian dari kawasan perumahan yang kemudian dibeli pihak Jamtos.
Masing-masing memiliki panjang 87 meter dan 64 meter, dengan lebar sekitar 2,5 meter. Total luasnya diperkirakan mencapai 377,5 meter persegi.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Jambi, dr. Maulana, menyebut rekomendasi DPRD sebagai masukan konstruktif yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Rekomendasi ini sangat baik karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari kinerja OPD hingga penguatan berbagai sektor layanan publik,” katanya.
Ia menambahkan, sebagian besar rekomendasi tersebut sejalan dengan program prioritas Pemkot Jambi, termasuk program Kampung Bahagia.
“Itu sudah dan terus kami jalankan. Sebagian besar juga telah masuk dalam program Kampung Bahagia,” ujarnya.
Maulana juga menyatakan optimistis seluruh rekomendasi dapat ditindaklanjuti dengan dukungan DPRD.
“Saya sudah perintahkan OPD untuk segera merespons seluruh rekomendasi ini. Dengan kerja sama yang baik, target pembangunan bisa kita capai,” tegasnya. (KL)
0 Komentar