Tak Mau lagi Tambah Modal, DPRD Kota Jambi Ultimatum PT Siginjai Sakti untuk Berbenah
Wakil Ketua DPRD Kota Jambi, Muhammad Yasir.
KabarLemang.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian hasil keputusan DPRD terhadap rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Jambi Tahun Anggaran 2025, Senin (20/4/2026).
Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Jambi, Muhammad Yasier, dan berlangsung di Ruang Swarna Bumi DPRD Kota Jambi.
Turut hadir dalam rapat tersebut Wali Kota Jambi, Maulana, bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, unsur Forkopimda, Plh Sekda, para asisten dan staf ahli, kepala OPD, camat, lurah, serta undangan lainnya.
Dalam rapat tersebut, DPRD menyoroti kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Siginjai Sakti (Persero) yang dinilai belum menunjukkan hasil signifikan sejak didirikan.
Wakil Ketua DPRD Kota Jambi, Muhammad Yasier, menegaskan bahwa pihak legislatif sepakat tidak akan lagi menambah penyertaan modal kepada BUMD tersebut.
“Untuk Siginjai Sakti, kami sepakat tidak akan menambahkan modal lagi. BUMD ini harus mampu berinovasi dan menjalankan visi misi Wali Kota, serta bisa mandiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tujuan pendirian BUMD adalah untuk memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, hingga saat ini, capaian tersebut dinilai belum optimal.
“Kalau tidak ada inovasi, BUMD ini tidak akan berjalan sesuai harapan. Karena itu, kami minta agar Siginjai Sakti mampu menjawab tantangan yang ada dan menjadi lebih mandiri ke depan,” tambahnya.
Menurutnya, persoalan PT Siginjai Sakti selalu menjadi sorotan dalam setiap pembahasan LKPJ. DPRD pun berharap direksi yang baru dapat melakukan pembenahan dan membawa perusahaan daerah tersebut ke arah yang lebih baik.
“Kami ingin ke depan BUMD ini benar-benar bisa berkembang, mandiri, dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Jambi, dr Maulana memastikan bahwa Pemerintah Kota Jambi tidak akan menambah penyertaan modal baru untuk PT Siginjai Sakti. Ia menekankan pentingnya efisiensi dan pola bisnis berbasis kolaborasi atau business to business (B to B).
“Prinsipnya tidak ada penambahan modal. Jadi harus efisien dan inovatif. Tidak harus BUMD yang investasi langsung, bisa menggandeng investor atau kerja sama dengan pihak lain,” jelasnya.
Menurutnya, dalam pengembangan sektor seperti perumahan, PT Siginjai Sakti tidak harus menjadi pelaksana utama, melainkan bisa mengambil peran di sisi lain yang tetap memberikan keuntungan.
Dengan pendekatan tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap PT Siginjai Sakti dapat bangkit dari kondisi sebelumnya dan mulai menunjukkan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah tanpa bergantung pada suntikan modal dari APBD. (KL)
0 Komentar