Festival Harmoni Budayo 2026 Meriah, Chinese Night Ramaikan Taman Banjuran Budayo
KabarLemang.com – Pemerintah Kota Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam merawat keberagaman budaya melalui gelaran Festival Harmoni Budayo 2026 yang berlangsung meriah di Taman Banjuran Budayo, Kamis malam (16/04/2026).
Mengusung konsep Chinese Night, festival ini menghadirkan beragam pertunjukan khas etnis Tionghoa, seperti Barongsai, Wushu, Tari Naga, hingga seni topeng tradisional Bian Lian.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, dengan ribuan pengunjung memadati lokasi acara.
Festival secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 April 2026.
Dalam sambutannya, Diza menegaskan bahwa festival ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pelaku seni dan budaya di Kota Jambi.
“Kegiatan ini sejalan dengan program prioritas Kota Jambi, yaitu Bahagia Berbudaya. Kami ingin para pelaku seni terus berkarya, berekspresi, sekaligus melestarikan warisan budaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan kota tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga harus memperkuat identitas budaya serta nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.
“Budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus dihidupkan dan diwariskan. Festival ini menjadi bukti bahwa pembangunan kota harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai budaya dan kebersamaan,” tambahnya.
Sebagai kota perdagangan dan jasa, Diza menilai kekuatan Kota Jambi terletak pada semangat kebersamaan, gotong royong, serta kearifan lokal yang terus dijaga.
“Melalui momentum ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, melestarikan budaya, dan bersama-sama membangun Kota Jambi menjadi lebih maju namun tetap berakar pada nilai-nilai budaya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi, Mariani Yanti, menjelaskan bahwa konsep Chinese Night terselenggara berkat dukungan komunitas Tionghoa yang turut menampilkan kesenian tradisional mereka.
“Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keberagaman yang ada di Kota Jambi,” jelasnya.
Ia menambahkan, rangkaian Festival Harmoni Budayo tidak hanya menghadirkan Chinese Night, tetapi juga akan dilanjutkan dengan Nusantara Night serta pemilihan Putra-Putri Banjuran Budayo pada hari berikutnya.
“Total peserta mencapai sekitar 500 orang dan turut melibatkan UMKM lokal. Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan secara konsisten setiap tahun,” ujarnya.
Festival ini juga diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan budaya Kota Jambi kepada masyarakat luas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui keterlibatan pelaku UMKM berbasis budaya.
Sebelumnya, konsep festival lintas etnis seperti ini juga pernah digelar Pemerintah Kota Jambi di kawasan eks Terminal Rawasari yang kini dikenal sebagai Ruang Milenial. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi menghidupkan ruang publik sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Acara yang berlangsung semarak ini turut dihadiri Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Jambi Marsha Lystia, unsur Forkopimda, perwakilan yayasan, kepala OPD, tokoh masyarakat, hingga perwakilan komunitas Tionghoa di Kota Jambi.
Melalui Festival Harmoni Budayo, Pemkot Jambi berharap dapat terus memperkuat identitas kota sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman, sekaligus menciptakan ruang publik yang inklusif, kreatif, dan berdaya saing. (KL)

0 Komentar