Cari Blog Ini

Breaking News

Bullying SMPN 5 Kota Jambi Viral, Maria Magdalena: Siswa Pelaku Perlu Dibina, Orang Tua Wajib Ikut Awasi di Rumah

 Anggota Komisi IV PRD Kota Jambi dari Maria Magdalena.

KabarLemang.com – Anggota Komisi IV DPRD Kota Jambi, Maria Magdalena, angkat bicara terkait video viral dugaan perundungan (bullying) terhadap seorang siswa di SMP Negeri 5 Kota Jambi.

Maria menyayangkan peristiwa tersebut, terlebih karena kejadian itu disebut berlangsung di hadapan guru tanpa adanya upaya pelerai.

“Kalau benar kejadian itu terjadi di depan guru dan tidak segera dihentikan, ini jelas menjadi catatan serius. Guru seharusnya menjadi garda terdepan dalam melindungi siswa di lingkungan sekolah,” tegasnya.

Ia menilai, peristiwa ini tidak hanya soal tindakan bullying antar siswa, tetapi juga mencerminkan lemahnya pengawasan dan pembinaan di sekolah.

Maria juga menyoroti tindakan perekaman dan penyebaran video tersebut. Menurutnya, hal itu menunjukkan kurangnya empati sekaligus rendahnya pemahaman etika di kalangan siswa.

“Kita juga prihatin kenapa kejadian seperti ini justru direkam dan diviralkan, bukan dihentikan atau dilaporkan. Ini menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak, terutama dalam menanamkan nilai-nilai etika dan kepedulian di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia meminta Dinas Pendidikan Kota Jambi untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk terhadap peran pengawas sekolah dan guru, khususnya guru Bimbingan Konseling (BK).

“Ini warning keras bagi Dinas Pendidikan dan seluruh pengawas sekolah. Jangan sampai pengawasan longgar. Peran guru BK harus dioptimalkan, tidak hanya menangani masalah setelah terjadi, tapi juga mencegah sejak dini melalui pembinaan karakter,” katanya.

Maria juga menegaskan bahwa siswa yang terlibat dalam aksi perundungan harus mendapatkan sanksi tegas dan pembinaan serius, termasuk melibatkan peran keluarga.

“Anak-anak yang terbukti ikut melakukan bullying harus diberikan peringatan keras dan pembinaan yang serius. Gurunya juga perlu diminta keterangan, kalau terbukti lalai bisa dikasih sanksi. Orang tuanya juga perlu dipanggil dan diperingatkan untuk lebih aktif mendidik serta mengawasi anak di rumah,” tambahnya.

Ia berharap ke depan tidak ada lagi kasus serupa di Kota Jambi.

“Kami berharap di Kota Jambi ini bisa di-zero-kan kasus bullying. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman, bukan tempat yang menimbulkan trauma bagi anak-anak,” tegasnya.

Maria menekankan bahwa pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan etika siswa.

"Dinas pendidikan harus tegas. Siswa yang berbuat tidak baik harus diberi sanksi. Misalnya tidak naik kelas atau keluar dari sekolah apabila mengulangi perbuatan bullying," katanya.

“Kita ingin sekolah menjadi ruang yang membentuk akhlak dan etika. Penanaman nilai disiplin, empati, dan saling menghargai harus menjadi prioritas agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tutupnya.

Diketahui, video dugaan bullying tersebut viral di media sosial dan menuai beragam reaksi dari masyarakat. Hingga saat ini, pihak terkait masih diminta memberikan klarifikasi resmi atas insiden tersebut. (KL)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Kabar Lemang