Cari Blog Ini

Breaking News

Kunker ke Perumdam Tirta Mayang, Maulana Warning Direksi PDAM: Pelanggan Baru Harus Nambah, Jangan Andalkan APBD

 Wali Kota Jambi, dr. Maulana, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Perumdam Tirta Mayang, Kota Jambi, Kamis (26/3/2026).

KabarLemang.com – Wali Kota Jambi, dr. Maulana, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Perumdam Tirta Mayang, Kota Jambi, Kamis (26/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Plh Sekda, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Jambi. Kedatangan rombongan disambut jajaran direksi Perumdam.

Dalam kesempatan itu, Maulana mengapresiasi peningkatan kinerja Perumdam, khususnya dalam penanganan keluhan pelanggan selama bulan Ramadan hingga Idulfitri tahun ini.

“Saya mengapresiasi karena penanganan keluhan sepanjang Ramadan dan Idulfitri dibanding tahun lalu mengalami perbaikan yang signifikan. Kehadiran saya ini sekaligus untuk memberikan apresiasi tersebut. Namun, tugasnya belum selesai,” ujarnya.

Maulana menjelaskan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap proses bisnis di tubuh perusahaan, mulai dari pengambilan air baku, pengolahan, distribusi hingga ke pelanggan, sampai pada proses pembayaran yang menentukan kondisi keuangan perusahaan.

Menurutnya, setiap direksi dan divisi harus memahami alur tersebut agar pembagian tugas berjalan efektif dan mampu mendorong perkembangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu.

Ia juga menegaskan akan kembali melakukan evaluasi dalam waktu dekat. “Dua minggu atau satu bulan lagi saya akan datang kembali untuk membedah tugas pokok dan fungsi masing-masing divisi,” katanya.

Selain itu, Maulana mendorong Perumdam untuk lebih agresif dalam memperluas sambungan pelanggan.

Saat ini, jumlah sambungan rumah tercatat sekitar 107 ribu pelanggan, belum termasuk potensi dari sektor usaha seperti hotel, pusat perbelanjaan, serta pertumbuhan perumahan di kawasan pinggiran kota.

“Ini peluang pasar yang besar. Perumdam harus mampu meningkatkan ekspansi secara agresif, termasuk membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga. Jangan hanya mengandalkan APBD atau kemampuan internal,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus memantau kinerja manajemen dan direksi dalam satu hingga dua tahun ke depan, guna memastikan target sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) yang mewakili masyarakat dapat tercapai.

Di sisi lain, Maulana juga menyoroti tingginya tingkat kehilangan air (non-revenue water) yang saat ini masih mencapai 35 persen. Ia menilai angka tersebut harus segera ditekan agar perusahaan dapat lebih sehat secara finansial.

“Kalau hilang 35 persen, artinya air tersebut tidak menghasilkan apa-apa. Ini yang harus diselesaikan. Memang sebagian besar jaringan pipa masih lama dan membutuhkan investasi besar,” jelasnya.

Ia mendorong Perumdam untuk melakukan ekspansi dengan perencanaan matang, termasuk melalui studi kelayakan (feasibility study) dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Terkait tarif air, Maulana memastikan belum akan ada kenaikan dalam waktu dekat.

“Sebelum ada jaminan kualitas air yang baik, peningkatan jam pengaliran, dan ekspansi besar-besaran, tarif tidak akan dinaikkan,” pungkasnya. (KL)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Kabar Lemang