KabarLemang.com - Kota Jambi bersiap mencetak sejarah baru di dunia otomotif nasional.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi merancang pembangunan sirkuit balap permanen di kawasan TPA Talang Gulo lama.
Namun sebelum proyek ambisius itu dimulai, persoalan pengelolaan sampah menjadi prioritas utama yang harus dituntaskan.
Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan pembangunan sirkuit tidak akan dilakukan tergesa-gesa.
Pemanfaatan lahan sekitar 20 hektare di kawasan TPA Talang Gulo hanya akan direalisasikan setelah sistem pengelolaan sampah berjalan optimal dan berbasis lingkungan.
“Step berikutnya adalah pemanfaatan lahan yang belum terpakai. Dengan pengelolaan sampah yang baik, lahan ini bisa diberdayakan dan dijadikan sirkuit permanen,” ujarnya, saat membuka secara lapangan Padel di Kawasan Mayang, Jumat (13/2/2026) lalu.
Rencana ini muncul setelah kajian menunjukkan animo event otomotif di Kota Jambi termasuk yang tertinggi di Indonesia.
Setiap kali event digelar, ribuan pelaku UMKM merasakan lonjakan transaksi dan perputaran ekonomi yang signifikan.
Meski demikian, Maulana menegaskan fokus saat ini adalah pembenahan tata kelola sampah.
Pemkot Jambi akan mendatangkan 20 armada baru pada April mendatang dan meluncurkan pabrik pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) pada Mei.
Pabrik RDF tersebut diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari.
Produk turunannya meliputi RDF briket, maggot, biji plastik, hingga bahan bakar alternatif pengganti fosil seperti bensin dan minyak tanah. Saat ini, Kota Jambi menghasilkan sekitar 430 ton sampah per hari.
“Sekarang saya mau tuntaskan dulu persoalan sampah. Jadi setelah selesai, baru kita pikirkan yang lain,” tegasnya.
Optimisme pembangunan sirkuit permanen bukan tanpa alasan.
Kejurprov Wali Kota Jambi Cup Race 2025 sukses besar dengan 835 pembalap dan puluhan ribu penonton.
Event yang digelar di sirkuit non permanen kawasan Tugu Keris Siginjai itu menjadi momentum kebangkitan otomotif Jambi setelah tujuh tahun vakum.
Ke depan, sirkuit permanen diharapkan bukan hanya menjadi arena balap, tetapi juga pusat pembinaan atlet dan mesin ekonomi baru yang mampu menghadirkan event skala nasional hingga internasional.
Namun bagi Pemkot Jambi, fondasi utamanya tetap satu, pengelolaan sampah yang tuntas dan berkelanjutan. (KL)

0 Komentar