KabarLemang.com – Wali Kota Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha terus mendorong realisasi program unggulan “Kampung Terang” guna meningkatkan kualitas penerangan lingkungan permukiman masyarakat.
Program tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, mendorong aktivitas positif warga, meningkatkan keselamatan berkendara pada malam hari, sekaligus memperindah estetika Kota Jambi.
Dalam konsepnya, setiap Rukun Tetangga (RT) ditargetkan memperoleh hingga 30 titik Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), menyesuaikan kebutuhan wilayah masing-masing.
Maulana mengungkapkan, pihaknya telah menyurati Kementerian Perhubungan guna meminta dukungan tambahan LPJU, khususnya untuk kawasan Seberang yang menopang operasional RS Adhyaksa.
“Salah satu keluhan terbanyak juga terkait LPJU ini. Dengan berbagai upaya terus kita lakukan. Contohnya saya sudah bersurat ke Kemenhub untuk meminta dukungan di kawasan Seberang dalam mendukung operasional RS Adhyaksa. Mudah-mudahan kita dibantu 25 unit LPJU,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program Kampung Terang akan berbasis kecamatan agar dampaknya lebih terasa. Menurutnya, selama ini pemasangan lampu dilakukan tersebar di 11 kecamatan sehingga hasilnya kurang terlihat signifikan.
“Misalnya tahun ini kita fokuskan di tiga kecamatan, tahun berikutnya tiga lagi. Jadi di akhir masa jabatan saya, tiap RT minimal sudah terpasang 30 titik LPJU,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Jambi, M. Wildan Murtadho Al Idrus memastikan program tersebut tetap dilaksanakan pada tahun anggaran 2026.
“Kita tetap melaksanakan program Jambi Terang di tahun 2026. Pengadaan lampu jalan akan diupayakan sebanyak-banyaknya, tentu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya, Senin (26/1/2026) lalu.
Wildan memaparkan, saat ini Kota Jambi memiliki sekitar 1.680 RT dengan lebih dari 26 ribu titik LPJU yang tersebar di 11 kecamatan. Pemasangan LPJU akan dibiayai melalui APBD, Dana Alokasi Khusus (DAK), serta dukungan aspirasi atau pokok-pokok pikiran (pokir) anggota dewan.
“Untuk pokir kita perkirakan sekitar 400 unit lampu. Sementara dari APBD dan DAK akan kita maksimalkan semaksimal mungkin,” katanya.
Pada tahap awal 2026, pemasangan akan dilakukan dengan sistem sampling atau fokus wilayah agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Beberapa kecamatan yang dipertimbangkan menjadi prioritas antara lain Seberang, Jambi Timur, Alam Barajo, dan Kota Baru.
Meski menerapkan sistem fokus wilayah, RT dengan kondisi mendesak tetap akan menjadi prioritas, meskipun berada di luar kecamatan sampling.
Berdasarkan perhitungan, jika seluruh RT di Kota Jambi mendapatkan idealnya 30 titik LPJU, maka dibutuhkan sekitar 40 ribu hingga 50 ribu unit lampu jalan secara keseluruhan.
“Target idealnya memang seperti itu, agar tidak ada lagi ruang atau lingkungan di Kota Jambi yang tidak mendapatkan penerangan,” pungkas Wildan. (KL)

0 Komentar