Cari Blog Ini

Breaking News

Maulana Ingin Kota Jambi Jadi Kota Terbersih dan Teraman di Indonesia, Ini Rencana Lengkapnya

 Wali Kota Jambi, dr Maulana bersama Wawako Diza Hazra Aljosha.

KabarLemang.com – Wali Kota Jambi, dr. Maulana, menargetkan Kota Jambi menjadi salah satu kota paling bersih dan paling aman di Indonesia pada masa mendatang.

Komitmen tersebut disampaikan saat momentum penyerahan dana hibah dan bonus bagi kafilah Kota Jambi yang meraih juara umum pada MTQ di Kabupaten Muaro Jambi, di Aula Griya Mayang pada 4 Februari 2026 lalu.

Dalam kesempatan itu, Maulana memaparkan sejumlah program prioritas, salah satunya Program Kampung Bahagia yang mengalokasikan dana Rp100 juta per RT (bagi RT yang memiliki jumlah KK besar).

Pada 2026, program tersebut difokuskan pada penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan peningkatan keamanan lingkungan.

Melalui program tersebut, setiap RT diwajibkan menyediakan gerobak motor untuk mengangkut sampah langsung dari rumah warga.

Langkah ini diharapkan mengurangi kebiasaan membuang sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) yang berada di tepi jalan.

Berdasarkan pemetaan kebutuhan, sebanyak 352 unit gerobak motor Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) dibutuhkan untuk melayani seluruh kecamatan di Kota Jambi.

Rinciannya meliputi Kecamatan Alam Barajo 63 unit, Paal Merah 58 unit, Kota Baru 53 unit, Jambi Timur 35 unit, Jelutung 30 unit, Jambi Selatan 29 unit, Telanaipura dan Pelayangan masing-masing 23 unit, Danau Sipin 22 unit, Danau Teluk 9 unit, serta Pasar Jambi 7 unit.

Selain itu, Pemkot Jambi juga akan memperkuat armada pengangkut sampah.

Sebanyak 20 unit armada baru dijadwalkan datang pada 1 April 2026 melalui kerja sama dengan pihak ketiga dengan sistem sewa guna menekan biaya perawatan.

Pemerintah kota juga telah mengajukan permohonan tambahan 23 unit armada kepada Kementerian Lingkungan Hidup.

Langkah tersebut diambil sebagai respons atas meningkatnya volume sampah di Kota Jambi yang pada awal 2026 mencapai sekitar 350 hingga 400 ton per hari.

Lonjakan volume sampah bahkan sempat membuat jalan-jalan protokol dipenuhi tumpukan sampah pada awal tahun lalu.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemkot Jambi berencana menutup seluruh TPS yang berada di tepi jalan dan beralih ke sistem pengangkutan langsung dari lingkungan warga.

Kebijakan ini diharapkan mampu menghapus stigma negatif terkait persoalan sampah sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kota yang bersih.

Selain fokus pada kebersihan, Pemkot Jambi juga menjalankan Program Kota Jambi Aman melalui pemasangan CCTV di setiap RT.

Setiap RT diwajibkan memasang minimal empat unit kamera pengawas, dua di pintu masuk dan dua di pintu keluar, dengan total sekitar 3.200 unit CCTV yang terhubung langsung ke pusat pemantauan pemerintah kota.

Seluruh kamera tersebut akan terintegrasi dengan sistem pemantauan Pemkot Jambi serta dapat diakses oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan aparat kepolisian guna mempercepat respons terhadap potensi gangguan keamanan.

Sistem pengawasan digital ini diharapkan mampu menggantikan fungsi pos keamanan lingkungan konvensional dan memungkinkan pemantauan selama 24 jam.

Melalui penguatan sistem pengelolaan sampah dan keamanan berbasis teknologi, Pemkot Jambi menargetkan penurunan angka kejahatan jalanan, pencurian, serta gangguan ketertiban masyarakat.

Selain itu, kehadiran CCTV juga diharapkan meningkatkan rasa aman warga serta membantu penegakan hukum melalui rekaman visual yang akurat.

Dengan berbagai program tersebut, Pemerintah Kota Jambi optimistis mampu mewujudkan Kota Jambi sebagai kota yang bersih, aman, nyaman, dan ramah bagi masyarakat, sekaligus menjadi salah satu kota paling bersih dan paling aman di Indonesia di masa mendatang. (KL)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Kabar Lemang