KabarLemang.com – Wali Kota Jambi, dr Maulana, memaparkan capaian satu tahun kepemimpinan bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha saat memimpin apel disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN), Senin (9/2/2026), di Balai Kota Jambi.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota, staf ahli dan asisten, kepala OPD, serta pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.
Dalam arahannya, Maulana menyampaikan bahwa pada Jumat, 20 Februari 2026 mendatang, genap satu tahun masa kepemimpinannya bersama Diza.
Ia menegaskan, sejak hari pertama bekerja, pemerintah langsung mengimplementasikan 11 program unggulan daerah sebagai peta jalan mewujudkan visi “Kota Jambi Bahagia”.
“Tidak ada yang mudah, namun juga tidak ada yang terlalu sulit. Dengan komitmen, kerja keras, kolaborasi dan sinergi, berbagai capaian dapat kita raih bersama demi kebahagiaan masyarakat,” ujarnya.
Capaian 11 Program Unggulan
Maulana menjelaskan, berbagai program prioritas telah menunjukkan hasil signifikan. Pada Program Kartu Bahagia, misalnya, pemerintah berhasil menambah 49.212 kuota BPJS bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga mencapai Universal Health Coverage (UHC) 100 persen.
Selain itu, sebanyak 111.762 warga telah menerima layanan cek kesehatan gratis, serta ribuan pekerja rentan memperoleh jaminan sosial ketenagakerjaan.
Pemerintah juga memberikan beasiswa kepada 2.070 siswa, menjalin kerja sama pemasangan lebih dari 13 ribu jaringan gas rumah tangga, serta menyalurkan bantuan sosial seperti bedah rumah, sembako murah, bantuan disabilitas, internet gratis hingga dukungan kemanusiaan bencana.
Pada Program Balai Latihan Kerja Tematik (Balikat), lebih dari 2.000 peserta telah mengikuti pelatihan keterampilan, disertai pelaksanaan job fair dengan 13 ribu lowongan kerja, workshop kewirausahaan, digital marketing hingga program magang luar negeri.
Program Bantuan Kelompok Usaha Masyarakat (Bank Harkat) juga menunjukkan progres dengan alokasi kredit berbunga rendah sebesar Rp111,4 miliar serta dukungan kepada ratusan UMKM melalui bantuan usaha dan peralatan.
Sementara itu, Program Ruang Milenial menghadirkan berbagai ruang publik kreatif seperti Rumel Terminal Rawasari dan Banjuran Budayo. Pemerintah juga memfasilitasi kegiatan anak muda, festival ekonomi kreatif, serta penyediaan internet gratis di rumah ibadah.
Melalui Program Kampung Bahagia, pemerintah telah melaksanakan pilot project di 67 RT dengan ratusan kegiatan fisik dan nonfisik. Sedangkan Program Lansia Bahagia mencakup bantuan permakanan, pemeriksaan kesehatan, layanan jenguk lansia hingga pengembangan puskesmas ramah lansia.
Pada Program Kota Tangguh, pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur, penanganan banjir, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pengadaan armada listrik hingga penataan estetika kota dan kawasan bersejarah. Peningkatan kemandirian daerah juga terlihat dari capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 yang melampaui target menjadi Rp618,98 miliar.
Program Bahagia Berbudaya turut mendorong pelaksanaan festival budaya, sport tourism, serta menjadikan Kota Jambi tuan rumah berbagai event nasional. Selain itu, melalui Program Apel Kota dan Balap, ribuan tenaga honorer telah diangkat menjadi PPPK serta dilakukan berbagai penguatan kapasitas ASN.
Sementara Program Call Center Bahagia mencatat 6.152 panggilan masyarakat sepanjang 2025 dengan tingkat penyelesaian mencapai 97,15 persen.
Raih 37 Penghargaan
Maulana mengungkapkan, selama satu tahun kepemimpinan, Pemerintah Kota Jambi berhasil meraih 37 penghargaan, terdiri dari 23 tingkat provinsi, 13 nasional, dan satu penghargaan internasional. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah, petugas lapangan, tenaga pendamping, dan unsur pendukung lainnya atas kolaborasi yang terjalin.
“Semua capaian ini adalah hasil kekuatan tim, komitmen, dan sinergi seluruh unsur dalam Tim Super Kota Jambi Bahagia,” katanya.
Tantangan dan Arah Kebijakan 2026
Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Maulana menyoroti sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan keuangan daerah, tuntutan peningkatan layanan publik, perkembangan teknologi, kebutuhan lapangan kerja, partisipasi masyarakat, serta isu perubahan iklim.
Untuk itu, pemerintah akan memperkuat implementasi 11 program unggulan dengan target pembangunan 2026, antara lain IPM 82,45, pertumbuhan ekonomi 5,75 persen, investasi Rp2 triliun, pengangguran terbuka 6,95 persen, serta prevalensi stunting 8,75 persen.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, optimalisasi pembiayaan non-APBD, peningkatan kualitas layanan publik, penguatan SDM aparatur berbasis teknologi, serta percepatan pelaksanaan program prioritas nasional seperti ketahanan pangan, hilirisasi, investasi, penanganan sampah, dan pengentasan kemiskinan.
Di akhir arahannya, Maulana meminta seluruh ASN untuk terus menjaga disiplin, meningkatkan inovasi, dan memastikan setiap program berjalan tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Kerja kita adalah untuk pelayanan dan kesejahteraan warga. Mari songsong tahun kedua dengan semangat yang lebih kuat,” pungkasnya. (KL)

0 Komentar