Wali Kota Jambi, dr Maulana saat pimpin apel disiplin ASN, Senin (9/2/2026).
KabarLemang.com – Wali Kota Jambi, dr Maulana, tengah mengkaji wacana pergeseran jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.
Kebijakan ini dirancang sebagai upaya memperkuat kedekatan emosional antara orang tua dan anak sekaligus menekan potensi kenakalan remaja dan kasus perundungan (bullying).
Dalam keterangannya, Maulana menjelaskan, banyak ASN yang selama ini memiliki waktu terbatas bersama keluarga, khususnya anak-anak, karena jam kerja yang terlalu pagi.
Kondisi tersebut dinilai berdampak pada berkurangnya komunikasi dan pengawasan orang tua terhadap tumbuh kembang anak.
“Banyak ASN yang anak-anaknya agak jauh secara emosional karena minim interaksi di pagi hari. Kita ingin ada komitmen setiap pagi ASN bisa bersama anaknya, sarapan bareng atau mengantar sekolah. Manfaatnya besar bagi kedekatan keluarga,” ujar Maulana, Selasa (10/2/2026).
Ia menyebutkan, jumlah ASN di Kota Jambi mencapai kurang lebih 10 ribu orang.
Dengan rata-rata memiliki anak usia sekolah, kebijakan ini diyakini dapat berdampak langsung pada sekitar 10 ribu anak di Kota Jambi.
Menurutnya, jam masuk kerja ASN yang saat ini pukul 07.15 dinilai mengurangi waktu berkualitas orang tua dan anak di pagi hari.
Karena itu, Pemkot Jambi mempertimbangkan menggeser jam masuk menjadi pukul 08.00 WIB, dengan konsekuensi jam pulang yang sedikit lebih sore, yakni sekitar pukul 17.00 WIB.
“Kita ingin setelah jam 8 ASN benar-benar fokus bekerja, tidak ada lagi yang keluyuran. Pulang sore kembali ke rumah dan bersama anak lagi,” tegasnya.
Selain berdampak pada keluarga, Maulana juga menilai perubahan jam kerja berpotensi mengurangi kemacetan lalu lintas pada jam sibuk pagi hari karena pergerakan masyarakat menjadi lebih tersebar.
Meski demikian, ia menegaskan kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian mendalam.
Pemerintah Kota Jambi akan melihat berbagai aspek, termasuk efektivitas pelayanan publik dan dampak sosial yang dihasilkan sebelum keputusan final diambil.
“Kalau kajian menunjukkan dampaknya besar dan positif, tentu akan kita terapkan. Yang jelas, tujuan utama kita adalah membangun keluarga yang kuat sekaligus menjaga kinerja ASN tetap optimal,” pungkasnya. (KL)
0 Komentar