![]() |
| Wali Kota Jambi, dr Maulana. |
KabarLemang.com - Persoalan sampah kembali menjadi sorotan di Kota Jambi, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Jambi.
Di sejumlah titik kota, tumpukan sampah terlihat menggunung, menimbulkan bau tak sedap serta mengganggu keindahan lingkungan.
Pantauan di lapangan, Selasa (6/1/2026), penumpukan sampah terjadi di beberapa Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang berada di ruas jalan utama.
Salah satunya di TPS dekat Mitra Bangunan, Jalan Kapten Pattimura, Kelurahan Simpang, Kecamatan Alam Barajo. Di lokasi tersebut, sampah terlihat meluber hingga ke badan jalan.
Kondisi serupa juga terlihat di Jalan RE Martadinata. Hingga siang hari, tumpukan sampah belum seluruhnya terangkut.
Sementara di Jalan Kolonel Amir Hamzah, sampah juga tampak menumpuk tanpa terlihat aktivitas pengangkutan.
Situasi ini memicu keluhan warga. Yanto, salah seorang warga Kota Jambi, mengaku prihatin dengan kondisi kebersihan kota yang dinilainya menurun dibandingkan sebelumnya.
“Dulu siang hari TPS sudah bersih karena sampah cepat diangkut. Sekarang siang dan malam masih menumpuk. Ini sangat mengganggu,” ujarnya.
Menurut Yanto, persoalan sampah tidak sepenuhnya disebabkan oleh perilaku masyarakat yang membuang sampah di luar jam yang ditentukan. Ia menilai, intensitas pengangkutan sampah menjadi persoalan utama.
“Kalau volume sampah meningkat, pengangkutan juga harus ditambah. Jangan hanya sekali sehari. Idealnya dua sampai tiga kali, kalau tidak pasti menumpuk,” katanya.
Sebelumnya, ratusan petugas kebersihan Kota Jambi sempat menggelar unjuk rasa di Kantor Wali Kota Jambi pada Senin (5/1/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan aspirasi terkait tuntutan kenaikan gaji yang dinilai belum sebanding dengan beban kerja.
Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Jambi, Dr. Maulana, menegaskan bahwa tidak ada mogok kerja yang dilakukan oleh petugas kebersihan. Ia memastikan seluruh pekerja telah kembali beraktivitas seperti biasa.
“Kemarin memang ada pekerja angkutan sampah yang menyampaikan aspirasinya langsung kepada saya. Mereka meminta kenaikan gaji, dan itu sudah kami hitung serta sudah dinaikkan tahun ini,” ujar Maulana saat menghadiri Sidang Paripurna DPRD Provinsi Jambi dalam rangka HUT ke-69 Provinsi Jambi, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, pembayaran upah dengan skema baru bagi buruh angkut kebersihan akan direalisasikan pada Februari 2026. Para pekerja juga telah mengetahui adanya kenaikan tersebut.
“Karena itu mereka sudah kembali bekerja. Tidak ada mogok kerja PHL kebersihan di Kota Jambi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, mengatakan pengangkutan sampah pada Selasa (6/1/2026) kembali berjalan normal, meski membutuhkan waktu untuk mengatasi penumpukan yang terjadi sebelumnya.
“Angkutan hari ini berjalan seperti biasa. Namun karena kemarin banyak sampah belum terangkut, volumenya cukup besar sehingga pengangkutan dilakukan secara bertahap,” ujarnya. (KL)

0 Komentar