Cari Blog Ini

Breaking News

Program Kampung Bahagia Terbukti Berhasil, Pemkot Jambi Perluas ke 1.583 RT pada 2026

Sosialisasi program kampung bahagia 2026.

KabarLemang.comKeberhasilan pelaksanaan Program Kampung Bahagia pada tahun 2025 di 67 Rukun Tetangga (RT) menjadi tonggak penting pembangunan berbasis lingkungan di Kota Jambi. Capaian positif tersebut mendorong Pemerintah Kota Jambi untuk melakukan perluasan besar-besaran pada tahun 2026.

Jika pada tahun 2025 program ini masih bersifat uji coba (pilot project), maka pada tahun 2026 Program Kampung Bahagia resmi digulirkan secara menyeluruh dengan menyasar 1.583 RT di seluruh wilayah Kota Jambi.

Keberhasilan program pada tahap awal tidak hanya ditandai oleh pembangunan fisik, tetapi juga meningkatnya partisipasi warga, kuatnya semangat gotong royong, serta tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola program berbasis swadaya dan musyawarah.

Atas dasar capaian tersebut, Pemerintah Kota Jambi menetapkan Program Kampung Bahagia sebagai salah satu program prioritas pembangunan tahun 2026.

Wali Kota Jambi, dr. Maulana, menegaskan bahwa perluasan program ini merupakan respons atas manfaat nyata yang telah dirasakan masyarakat pada tahun sebelumnya.

“Program Kampung Bahagia sudah teruji di lapangan. Tahun 2025 kita mulai dari 67 RT, dan hasilnya sangat baik. Karena itu, pada 2026 program ini kita perluas,” ujar Maulana.

Program Kampung Bahagia dirancang sebagai pembangunan berbasis komunitas yang menyentuh langsung kebutuhan warga, meliputi aspek lingkungan, sosial, kesehatan, pendidikan keluarga, hingga penguatan ekonomi rumah tangga.

Seluruh kegiatan disusun melalui musyawarah warga, sehingga setiap RT memiliki fokus pembangunan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan lokal masing-masing.

Untuk memastikan tata kelola berjalan optimal, pelaksanaan program dibagi ke dalam dua tahap. Kelompok A melaksanakan kegiatan pada Januari hingga Juli 2026, sementara Kelompok B pada Agustus hingga Desember 2026.

Sementara itu, Kepala DPMPPA Kota Jambi, Noverentiwi Dewanti, menjelaskan bahwa seluruh tahapan program telah disusun secara sistematis dan terstruktur.

“Tahun ini program menyasar 1.583 RT. Tahapan sudah kami siapkan dari hulu ke hilir, mulai dari rekrutmen pendamping, sosialisasi, pembentukan Pokja, hingga pelaporan dan pertanggungjawaban,” jelasnya.

Tahapan dimulai sejak Januari 2026 dengan rekrutmen tenaga pendamping serta sosialisasi kepada ketua RT, OPD terkait, camat, lurah, dan tim pelaksana. Pada Februari dilakukan rembuk warga, pembentukan kelompok kerja (Pokja), pemetaan swadaya, serta penyusunan rencana kerja.

Maret menjadi tahap penyusunan proposal, dilanjutkan pencairan dana ke rekening Pokja pada April.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada April–Mei 2026, kemudian ditutup dengan serah terima hasil dan laporan pertanggungjawaban pada Juni 2026.

Besaran dana disesuaikan dengan jumlah kepala keluarga (KK) di masing-masing RT.
RT dengan lebih dari 100 KK menerima Rp100 juta, RT dengan 60–99 KK sebesar Rp70 juta, dan RT dengan kurang dari 60 KK memperoleh Rp50 juta.

RT yang menjadi lokasi pilot project pada tahun 2025 akan dijadikan model percontohan dan pusat rujukan bagi RT lain dalam pelaksanaan Program Kampung Bahagia 2026.

Dengan perluasan ke seluruh RT, tahun 2026 diproyeksikan menjadi momentum pembangunan lingkungan secara masif di Kota Jambi, di mana pembangunan tidak lagi bertumpu dari atas, melainkan tumbuh dari bawah — dari rumah warga, lorong-lorong kampung, serta kekuatan partisipasi masyarakat. (KL)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Kabar Lemang