
Wali Kota Jambi, dr Maulana saat berikan keterangan pers.
KabarLemang.com - Wali Kota Jambi Maulana memimpin langsung Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Jambi yang digelar di Aula Bappeda Kota Jambi, Rabu (15/1/2026).
Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi lintas sektor dalam rangka mempercepat implementasi program strategis nasional MBG di tingkat daerah.
Dalam keterangannya, Maulana menegaskan bahwa rapat tersebut merupakan inisiatif Pemerintah Kota Jambi untuk mengakselerasi pelaksanaan program MBG secara terkoordinasi dan terstruktur.
Ia menyebutkan, seluruh pemangku kepentingan yang terlibat di lapangan dipertemukan guna memperkuat komunikasi dan sinkronisasi.
“Hari ini kita mempertemukan seluruh stakeholder, mulai dari BGN melalui koordinator wilayah, SPPI, SPPG, mitra investor, hingga distributor penyedia bahan pokok. Program MBG ini membutuhkan orkestrasi kerja sama yang luar biasa,” ujar Maulana.
Ia menjelaskan, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melibatkan sekitar 47 tenaga kerja, sehingga program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal.
Namun demikian, Maulana mengakui masih terdapat tantangan, terutama terkait ketersediaan bahan pokok yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Selain itu, pembahasan standar operasional prosedur (SOP) turut menjadi fokus rapat.
Menurutnya, filosofi pelaksanaan MBG perlu didiskusikan secara mendalam agar selaras dengan kondisi riil di lapangan.
Ia juga membuka peluang agar kearifan lokal Jambi dapat dirumuskan menjadi kebijakan yang berskala nasional.
“Hari ini semua pihak menyampaikan harapan dan persoalannya. Pemerintah daerah akan memfasilitasi pembentukan kelompok-kelompok kecil sesuai isu, mulai dari ketersediaan bahan pokok, regulasi, hingga kondisi riil di lapangan bersama RT dan lurah,” jelasnya.
Pemerintah Kota Jambi menargetkan seluruh dapur MBG dapat beroperasi penuh pada Juni 2026. Dari 38 dapur yang saat ini telah berjalan, jumlah tersebut akan ditingkatkan menjadi 74 dapur aktif. Seiring dengan itu, jumlah penerima manfaat ditargetkan meningkat dari sekitar 94.000 menjadi 274.000 orang, yang mencakup anak sekolah dan ibu hamil.
Aspek lingkungan juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan program ini. Pengelolaan limbah dan sampah hasil operasional dapur MBG akan dibahas secara khusus dalam rapat lanjutan.
Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Elviana yang turut hadir dalam rapat tersebut menyambut baik langkah yang diambil Wali Kota Jambi. Menurutnya, meskipun Badan Gizi Nasional berada di bawah pemerintah pusat, dampak langsung program MBG sangat dirasakan oleh daerah.
“Apa yang dilakukan kepala daerah hari ini memang harus dilakukan, karena efeknya langsung ke rakyat yang mereka pimpin,” kata Elviana.
Ia menambahkan, berbagai masukan yang muncul dalam rapat tersebut akan menjadi bahan untuk disampaikan kepada Kepala BGN dalam agenda pertemuan DPD keesokan harinya. Elviana juga menyatakan dukungan penuh terhadap target Pemerintah Kota Jambi agar seluruh dapur MBG dapat beroperasi optimal pada pertengahan 2026.
“Saya mendukung penuh target Pemkot Jambi agar dapur-dapur MBG bisa berjalan dengan baik dan tanpa kendala,” tutupnya. (KL)
0 Komentar