![]() |
| Peringatan malam tahun baru 2026 di lingkup Pemkot Jambi. |
KabarLemang.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi merayakan pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026 dengan cara berbeda.
Tanpa pesta kembang api dan hiburan meriah, Pemkot Jambi memilih menggelar doa bersama serta penggalangan donasi untuk membantu korban bencana alam di Pulau Sumatera.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah.
Dalam beberapa bulan terakhir, sedikitnya tiga provinsi di Sumatera dilanda bencana, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, peringatan tahun baru kali ini diisi melalui program Nanda Peduli Berbagi, yang menitikberatkan pada kegiatan doa bersama dan donasi kemanusiaan.
“Pergantian tahun ini kita isi dengan kegiatan yang lebih bermakna. Tidak ada euforia pesta kembang api, melainkan doa bersama dan penggalangan dana untuk saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana di Pulau Sumatera,” ujar Maulana, Kamis (1/1/2026).
Maulana mengungkapkan, antusiasme masyarakat Kota Jambi dalam kegiatan donasi tersebut sangat tinggi.
Dalam waktu singkat, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp1,09 miliar.
“Ini merupakan penggalangan dana tahap kedua. Sebelumnya sudah terkumpul Rp1,2 miliar, dan kali ini bertambah lebih dari Rp1 miliar. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Jambi atas kepedulian dan partisipasinya,” katanya.
Menurut Maulana, perayaan tahun baru di Kota Jambi biasanya identik dengan hiburan dan pesta kembang api yang membutuhkan anggaran cukup besar.
Namun, melihat kondisi akhir tahun 2025 yang diwarnai duka akibat bencana alam, Pemkot Jambi memutuskan mengalihkan fokus pada kegiatan kemanusiaan.
“Banyak saudara kita di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh yang sedang mengalami musibah. Sudah sepatutnya kita menunjukkan solidaritas dan empati,” jelasnya.
Ia menambahkan, besarnya dana yang terkumpul dalam waktu singkat menjadi cerminan kuatnya kepedulian sosial masyarakat Kota Jambi.
“Kegiatan yang biasanya bersifat euforia kini kita ganti dengan doa bersama dan donasi. Ini jauh lebih bermanfaat dan bermakna,” pungkas Maulana. (KL)

0 Komentar